Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D
Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
KampusQQ WINBET368

Kamis, 25 Juli 2019

Ternyata Milenial Selingkuh karena 2 Hal Ini



Cerita seputar perselingkuhan jadi bahan perbincangan hangat sehari-hari. Mulai dari
perselingkuhan seleb hingga kisah di sekitar kita. Rasanya, isu selingkuh tidak ada
habisnya.

Perselingkuhan memang rentan terjadi di berbagai fase umur dan kalangan, termasuk
milenial. Menurut lembaga penelitian Pew Research Center, mereka yang masuk dalam
kategori milenial lahir pada tahun 1981 sampai 1996.

Meski tidak ada penyebab perselingkuhan yang sama dari kasus per kasus, menurut
peneliti alasan di balik ketidaksetiaan bisa dikategorikan. Untuk menelaah itu, para
peneliti menganalisa hasil survey dan jawaban tertulis dari 104 orang milenial yang
berselingkuh dalam enam bulan terakhir. Hasil penelitian diterbitkan dalam The Journal
of Sex Research, di mana hasilnya menunjukkan  perselingkuhan sering berhubungan
dengan interdependensi dan independensi.

Perselingkuhan yang masuk kategori interdependensi adalah mereka yang lebih
cenderung tidak setia karena merasa tidak mendapat perhatian yang cukup dalam
hubungannya, seperti komunikasi yang buruk, tidak ada gairah atau tidak merasa
dicintai.

"Perhatian adalah bentuk cinta, itu merupakan tindakan untuk mempertahankan cinta-
sebuah hal yang esensial", kata Brandy Engler, Ph.D., psikoterapis dari Los Angeles,
dikutip dari laman Women's Health.

Menurut observasi Brandy, milenial berkeyakinan kuat untuk layak mendapat perhatian
dan cinta. Mereka lebih tidak malu-malu untuk mencari perhatian dibandingkan generasi
sebelumnya. "Memberikan perhatian yang sedikit atau terpecah tidak akan berhasil
dengan wanita milenial. Mereka lebih mudah untuk meninggalkan pasangan atau
berselingkuh dibanding generasi sebelumnya," kata Brandy.

Kebalikannya dari kategori selingkuh karena interdependensi, mereka yang termasuk
dalam kategori independensi berselingkuh karena ingin otonomi yang lebih serta
terbebas dari hubungan mereka. Menurut Brandy, alasan itu sebenarnya tidak terlalu
tepat untuk milenial, "Dalam teori perkembangan psikologis, dilema kebebasan berada
dalam fase remaja, bukan pada fase umur 20-an atau 30-an." Tapi Brandy
berargumentasi dari hasil pengamatannya, bahwa dilema untuk tetap bebas atau berada
dalam hubungan yang berkomitmen berlanjut pada usia 20-an.

Menurut para peneliti, untuk mendapat satu teori mengapa milenial berselingkuh harus
menilik pada keterlekatan awal, ikatan yang kita bentuk dengan orang terdekat pada
awal kehidupan. Mereka yang masuk dalam kategori perselingkuhan karena
interdependensi umumnya menghindari keterlekatan. Menurut penelitian, artinya mereka
kesulitan untuk terhubung secara intim dengan pasangan.

Di sisi lain, mereka yang tergolong dalam perselingkuhan karena independensi lebih
cenderung punya kecemasan dalam hal keterlekatan. Dalam kata lain, ketakutan akan
kehilangan pasangan membuat mereka memilih menjauhi pasangan.

Meskipun mayoritas responden milenial menunjuk independensi atau interdependensi
sebagai alasan berselingkuh, 40% di antaranya mengaku selingkuh karena alasan klasik
seperti mabuk, tergoda atau mengejar gairah dari sebuah perselingkuhan.


Share:
Lokasi: Indonesia
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com