Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D
Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
KampusQQ WINBET368

Senin, 01 Juli 2019

Nenek di Bone Sulsel Hidup Memprihatinkan



Suara Milik Rakyat Kehidupan nenek Rabi (85) diusia senja sangatlah memprihatinkan. Nenek yang bertahan hidup bersama putra semata wayang Baba (40) itu tinggal di gubuk reyot di Bone, Sulawesi Selatan.

Terlebih lagi, Baba tak bisa berjalan layaknya manusia normal. Dia terpaksa kehilangan 1 kakinya akibat diamputasi.

Kondisi rumah nenek separuh bangunan dinding rumah terbuat dari papan yang susunannya tidak rapat dan tentunya membuat hembusan angin amat dingin bagi penghuninya apalagi ketika hujan deras akan membuat basah dibagian dalam rumah

Tidak ada fasilitas yang kelihatan berharga di dalam rumahnya. Lantai yang dulunya sempat disemen kini nampak beralaskan tanah liat yang berlubang di mana-mana akibat dimakan usia. Di sudut belakang nampak tungku kayu untuk memasak dan ember plastik berisi air. ArtisQQ

Lantaran kondisi yang sudah renta, nenek Rabi pun harus mengandalkan anaknya pada pagi hari sebelum berangkat bekerja sebagai buruh kebun. Setiap harinya nenek Rabi harus ditinggal sendiri di dalam rumah. Dengan berjalan terseok sambil membungkuk, nenek pun mengandalkan kursi plastik untuk bertumpu.

Meski agak malu, saya masih berharap bantuan dari para dermawan nak, karena memang saya tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ungkapnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).

Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam ember plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.

Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca saat berbicara.

Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja hingga 2 mingguan.

Meski agak malu, saya masih berharap bantuan dari para dermawan nak, karena memang saya tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ungkapnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).

Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam ember plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.

Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca saat berbicara.

Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja hingga 2 mingguan.

Meski agak malu, saya masih berharap bantuan dari para dermawan nak, karena memang saya tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ungkapnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).

Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam ember plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.

Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca saat berbicara.

Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja hingga 2 mingguan.

Meski agak malu, saya masih berharap bantuan dari para dermawan nak, karena memang saya tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ungkapnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).

Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam ember plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.

Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca saat berbicara.

Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja hingga 2 mingguan.

Meski agak malu, saya masih berharap bantuan dari para dermawan nak, karena memang saya tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ungkapnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).

Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam ember plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.

Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca saat berbicara.

Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja hingga 2 mingguan.

Meski agak malu, saya masih berharap bantuan dari para dermawan nak, karena memang saya tidak lagi bisa berbuat apa-apa. Semoga kebaikan dibalas Tuhan," ungkapnya dengan bahasa Bugis dan masih terdengar fasih, Senin (1/7/2019).

Untuk kebutuhan minum, nenek Rabi cukup konsumsi air mentah yang sudah didiamkan selama 2 hari di dalam ember plastiknya. Sementara, untuk makan, ketika tidak ada lauk atau makanan jadi yang diberikan para tetangga, nenek pun hanya memakan nasi putih yang dicampurnya dengan garam.

Saat berbincang detikcom di dalam rumah. Kondisi nenek dalam menangkap pembicaraan masih tergolong baik untuk standar usianya. Dia pun nampak berkaca-kaca saat berbicara.

Kehidupan ekonomi yang tergolong masih jauh dari kata 'cukup' yang dijalani nenek Rabi dan anaknya ini sangatlah miris. Untuk uang 5 ribu rupiah nenek bercerita cukup untuk belanja hingga 2 mingguan.

Nenek Rabi pun sempat bercerita saat suaminya masih hidup, dirinya sempat merantau dan menetap di daerah Kalimantan dengan ikut membantu suami yang menjadi buruh tambak, hingga akhirnya suami meninggal di sana puluhan tahun lalu.

Dia pun pulang bersama anaknya dan sempat tinggal di kota Makassar, hingga akhirnya anaknya menderita luka infeksi di bagian kaki namun penanganannya dinilai terlambat hingga harus diamputasi. Dia pun akhirnya memilih pulang ke kampung halaman

ARTISQQ

.
Share:
Lokasi: Indonesia
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com