Suara Milik Rakyat
ARTISQQ AQUAQQ POLOQQ BOLAUTAMA ARTIS4D
Angkor4D : Agen Sabung Ayam Terbaik | Togel Online | SPORTSBOOK
KampusQQ WINBET368

Kamis, 25 Juli 2019

Kisah Sedih Seorang Pria Yang Ditinggal Cinta Pertamanya Karena Maut



Haon, ya itulah nama saya. Nama seorang cowok yang ditinggal kekasihnya begitu saja tanpa pamit. Sedih? Luar biasa! Apalagi kalau ditinggal dengan cara yang tidak biasa. Tiada angin tiada hujan, hilang dalam sekejap. Menjadi butiran debu yang sudah tidak bisa di genggam lagi, di peluk maupun di lihat kembali.

Berawal dari tahun 2011, di sebuah sekolah yang ramai muridnya. Banyak pohon yang rindang, lapangan basket yang selalu dipenuhi oleh atlet sekolah. Tempat tenis meja yang sedang dimainkan oleh 4 orang, salah satunya aku bersama 3 temanku. Kita bermain double dan game terakhir skor masih deuce 10 sama. Permainan berlanjut panjang dengan bermain rally, hingga ada di suatu momen dimana  aku melihat seorang bidadari melewati samping kiri meja kami dengan rambutnya yang panjang, hitam dan gemulai.

Aku seketika terpesona melihatnya dan tidak bisa berpaling dari wajahnya yang bulat seperti bakpau yang baru dipanaskan. Dan pada saat tatapanku tidak bisa berpaling, disaat itu juga aku terkena smash bola pingpong yang begitu kencang mengenai wajahku dan akupun reflek berteriak kesakitan sehingga membuat orang-orang disekitar melihat kearahku.

Sakitnya sih ga seberapa tapi malunya itu loh apalagi diliat si bidadari tadi. Oh ya, nama bidadari itu Valentine. Namanya Valentine karena dia lahir di tanggal 14 Februari yang dimana itu bertepatan dengan hari Valentine. Pas dia melihatku mengenai bola pingpong tsb dia agak tersenyum sedikit, sedangkan teman-temanku malah menertawain aku.

Dari sanalah aku merasakan yang namanya cinta pertama. Jantung berdebar-debar mendambakan seseorang untuk pertama kalinya. Aku mengumpulkan tekad agar bisa mendapatkan dia meski belum pernah pengalaman mengejar seseorang dalam hidupku.

Lonceng istirahat berbunyi, aku buru-buru keluar kelas untuk berkenalan dengannya tapi siapa sangka dia juga sedang berada diluar kelas tepatnya dikoridor berdiri seorang diri melihat murid-murid yang sedang bermain basket dibawah. Gua samperin dong dianya, dan mengajak berkenalan. Sebenarnya aku sih udah tahu namanya dari awal tapi tidak begitu mengenali dan fokus ke parasnya yang begitu indah.

Semenjak berkenalan, kami menjadi lebih dekat dan mulai ke jenjang yang lebih serius yaitu berpacaran. Awalnya berjalan dengan baik, tapi ada suatu masalah yang mengganjal yaitu perbedaan agama kita. Bagi aku sih ga masalah tapi orang tuanya tidak setuju kami berpacaran karena beda agama.

Sampailah di hari dimana ketika pas saya mengantar dia pulang dan bokapnya lagi dirumah sudah menunggu. Aku nganterin valentine kedepan gerbang rumahnya dan tiba-tiba bokapnya membawa seember air yang penuh dan lari ke depan gerbang dan langsung menyiram seluruh badanku dari atas sampai bawah. Bokapnya langsung marah-marah dan berkata "Jangan kau dekatin anakku lagi, agama kita beda! titik." Valentine terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa.

Aku pun langsung pulang dengan kondisi basah kuyup berjalan cepat-cepat menuju rumah. Tidak ada perasaan kesal atau dendam meskipun diguyur satu tong ember. Malah membuatku makin semangat untuk mengejar hati bokapnya. Tiba-tiba hape ku berbunyi tanda telepon dari valentine. Ketika ku angkat dia hanya bisa menangis dan mengucapkan kata maaf berulang ulang kali. Aku tenangin dia dan bilang semuanya baik baik saja.

Tiba di hari esok, semuanya masih berjalan dengan lancar dan ketika pulang sekolah masih sama, mengantar dia pulang tapi selalu mendapat tatapan sinis dari bokapnya. Tapi setelah sebulan berlalu, entah angin apa bokapnya sepertinya luluh dengan effortku yang begitu besar sehingga aku pun diterima tanpa mendapat perlakuan yang seperti dulu lagi.

Kita jadinya sering menghabiskan waktu bersama, kadang dirumahku kadang dirumah dia juga bersama kedua orang tuanya. Hubungan saya bersama kedua orang tuanya pun menjadi begitu dekat hingga dianggap seperti anak sendiri.

2 tahun berlalu, nyokap valentine dan dia sedang berada didalam kamar meninggalkan air yang dimasak didalam teko, sedangkan aku dan bokapnya mau kepasar beli sayur dan lauk buat dimasak nantinya. Kebetulan bokapnya valentine ini yang jago masak dan aku dibawanya kepasar. Tapi sebelum kami kepasar, kami suruh mereka kunci dari dalam aja karna kunci rumah mereka itu satu aja. Mereka ngga mau sama sekali dan suruh kita yang bawa aja, jadi ya kita bawa kuncinya dan kunci pintu dari luar dan berangkat kepasar.

Cuaca cerah, angin sepoi-sepoi membawa kita ke pasar memilih bahan untuk dimasak dirumah. Selang 30menit lewat, kami pun siap belanja dan pulang jalan kerumah. Ketika kami sampai ditengah jalan, kami dilewati oleh 2 truk pemadam kebakaran yang buru-buru menuju komplek kami. Kami positif thinking aja karena ya mungkin bukan rumah valentine yang kebakaran. Tetapi selang 15 menit kita jalan makin dekat, kami baru sadar kalau yang kebakaran itu rumah mereka. Aku dan bokapnya langsung berlari sekencang mungkin menghampiri rumah mereka. Bokapnya duluan sampai dan sudah menangis-nangis karena ketika aku sampai, mayat nyokapnya barusan dibawa keluar memakai tandu.

Mamanya valentine sudah gosong melegam tanpa ada sedikit warna kulit yang terlihat. Aku langsung mau terobos masuk kerumah tapi ga diizinin dan ditahan oleh petugas sana dan kebetulan petugas lain membawa mayat valentine melewati diriku dan keadaannya sama dengan mamanya. Aku terdiam tidak bisa berkata apa-apa dan tidak bisa bergerak sama sekali. Beku ditempat seperti mummy yang dikremasi lagi. Sesampainya ambulan berjalan menuju rumah sakit, disitulah aku baru bisa bergerak lagi, dan mulailah aku menangis berteriak seperti orang gila. Teriak ga karuan, meneriakkan nama valentine berulang-ulang kali. Aku. Tidak. Mau. Kehilangan. Cinta. Pertamaku. Itulah yang kupikirkan saat itu juga.

Lanjut cerita, ketika mereka berdua sudah mau dimakamkan. Aku tidak mengarahkan kepalaku kearah pemakaman karena aku tidak sanggup melihat. Aku hanya bisa berpaling meskipun itu tidak sopan karena jujur aku ga sanggup melihatnya. Papanya valentine hanya bisa memelukku erat-erat tanpa bisa berkata-kata. Terlihat dimatanya kalau dia juga belum siap untuk kehilangan kedua orang yang dicintainya.

Malam tiba, bayang-bayang valentine masih terasa. Hangatnya tubuh dia masih terasa, senyum manjanya masih teringat, segala hal yang berhubungan dengannya masih terbayang jelas. Aku rindu kamu valentine :)

2019 tahun ini, 2013 kamu pergi meninggalkan ku. Sudah 6 tahun kamu meninggalkanku tanpa pamit. Baru 5bulan lalu kamu muncul di mimpi ku meminta aku untuk hidup didunia lagi. Terkadang aku marah ketika kamu bilang seperti itu tapi terkadang juga aku sedih karena aku masih ingin melihatmu kembali dipangkuanku.

Selamat Jalan Valentine. You're always in my memories :)


Share:
Lokasi: Indonesia
Copyright © Suara Milik Rakyat | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com